Rabu, 08 Maret 2017

Perdamaian Kunang-Kunang Dan Jangkrik



Dulu, jika malam tiba, padang rerumputan yang diselingi aliran sungai itu begitu meriah. Padang itu memamerkan harmonisasi suara dan gemerlap cahaya alam yang sempurna. Namun sayang, kini pemandangan yang elok itu sudah lama tak pernah hasir lagi disana, yakni sejak kunang-kunang dan jangkrik, unsur utama dari terciptanya harmonisasi unik itu berselisih paham akibat sesuatu yang tak jelas.

"Kunang-kunang, kamu jangan merasa paling hebat!" tduh jangkrik. "Kamu memang memiliki cahaya yang indah, tapi apalah artinya cahaya yang kamu pancarkan itu tanpa merdunya suara-suara yang aku dan lawan-kawanku ciptakan."  

"Lho, mengapa kamu berkata begitu, jangkrik?" tanya kunang-kunang. Jangkrik itu merengut kesal. "Alaaah, kamu tak perlu bersikap lugu seperti itu, deh," katanya. "Semua juga sudah tahu kok, kamu kerap memandang rendah kami. Mengolok-olok kami dibalik senyum dan keramahan sikapmu itu!"

Kunang-kunang beratambah bingung dengan ucapan jangkrik. "Sebentar... sebentar...! Siapa yang merendahkan dan mengolok-olok kamu? Sungguh, kami tak pernah memandang rendah kamu dan kawan-kawanmu!"

"Sudahlah! Meski kamu mengelak, tapi kami sudah tahu semuanya!" 
"Tentang apa, jangkrik?"
Jangkrik bertambah kesal. Ia marah besar karena merasa kunang-kunang mempermainkannya dengan kata-kata dan pertanyaan yang menurutnya sok lugu itu."Kamu memang lihai, ya. Lihai memperdaya kami. Tak kusangka!"

Kunang-kunang yang memang tak tahu duduk pesoalan dari kekesalan jangkrik terhadap dirinya, mencoba menahan diri. Tapi begitu jangkrik itu terus menuduhnya yang bukan-bukan, ia pun akhirnya terpancing juga. Ia ikut-iktan marah.  "Terus kamu mau apa sekarang?" tantang kunang-kunang.

Diantara mereka terjadi perdebatan yang sengit. Masing-masing tak bisa mengontrol diri lagi. Mereka berdua kehilangan akal sehatnya. Tak bisa berpikir jernih lagi. Masing-masing saling mengungkap keburukan mereka satu sama lain.

"Yuk, kawan-kawan!" ajak kunang-kunang kepada teman-temannya setelah berdebat sengit dengan jangkrik. "Rupanya tempat ini sudah tak cocok lagi buat kita! Mari kita pergi dari sini! Buat apa lama-lama disini? Malah menambah masalah saja!"

Kunang-kunang itupun segera pergi, terbang meninggalkan padang rerumputan yng sudah sekian waktu lamanya menjadi tempat berteduh, tempat bernaung bagi mereka.

"Biarkan saja mereka pergi," kata jangkrik kepada teman-temannya. "Memangnya mereka saja yang bisa melakukannya? Yuk kita pergi dari sini! Tempat ini tak nyaman lagi buat kita!" Jagkrik dan teman-temannya pun pergi meninggalkan padang rerumputan yang indah itu.

"Benar-benar sepi dsiini," kata belalang yang lama melewatkan malamnya dipadang itu hanya dengan kawan-kawannya. "Ah, andai saja ada kunang-kunang dan jangkrik, tentu suasananya akan lain, akan semarak."

"Betul!" timpal kawannya. "Jika malam, kunang-kunang itu akan menerangi kita semua dengan cahayanya. Kerlap-kerlip cahayanya sungguh indah. Dan, jangkrik akan menghibur kita dengan saura-suaranya yang merdu. Sayang, ya, mereka harus berselisih dan pergi meninggalkan tempat ini."

"Iya, padahal sebab perselisihan itu belum jelas. Coba saja kalau mereka bisa menahan diri dan mementingkan ego masing-masing. Tentu tempat ini akan tetap indah dengan kehadiran mereka."Jangkrik terlalu sensitif dan menuduh kunang-kunang yang bukan-bukan!"

"Sudah... sudah... yang lalu biarlah berlalu. Yang penting bagaimana usaha kita sekarang, menemukan dan mengajak mereka kembali kesini. Aku kangaen dengan mereka semua. Tempat ini rasanya sepi tanpa kehadiran mereka."

Belalang dan kelompoknya berupaya keras mencari keberadaan kunang-kunang dan jangkrik. Mereka menemukannya dan berhasil membujuk mereka untuk kembali ke padang rumput itu. Belalang berhasil mendamaikan dan mencairkan perselisihan diantara mereka. Belalang bersorak riang gembira.

Kegembiraan itu juga disambut oleh kunang-kunang dan jangkrik. Kini jika malam tiba, suasana padang rerumputan itu kembali indah dan menawan seperti dulu lagi.

TAMAT

Hikmah Cerita : Persoalan kecil seharusnya tak perlu menjadi masalah yang besar, karena bagaimanapun perselisihan hanya akan menyebabkan ketidaknyamanan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain.

Fakta Unik :
Kunang-kunang termasuk dalam keluarga ordo coleoptera. 
Cahaya kunang-kunang dihasilkan dari zat Luciferin
Hanya kunang-kunang jantan yang bisa terbang karena memiliki sayap. Kunang-kunang betina tetap menempel pada dedaunan atau tanah.
Kunang-kunang bisa dijadikan alat ukur alami tentang kebersihan udara sebuah daerah.

Pengarang Naskah : Bilif Abduh

Perdamaian Kunang-Kunang Dan Jangkrik

D ulu, jika malam tiba, padang rerumputan yang diselingi aliran sungai itu begitu meriah. Padang itu memamerkan harmonisasi suara dan gemerl...