Jumat, 06 Januari 2017

Putri Salju Dan Tujuh Kurcaci



Pada suatu ketika, hiduplah seorang Ratu di sebuah kerajaan. Ratu ini adalah wanita tercantik diseluruh negeri dan   sangat bangga dengan kecantikannya. Ratu memiliki Cermin Ajaib yang dapat menjawab setiap pertanyaan. Setiap pagi, Ratu berdiri dihadapan Cermin Ajaib dan menanyakan hal apa saja."Wahai cermin ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik dinegeri ini?". Setiap hari pula cermin ajaib akan menjawab, "Ratuku adalah yang paling cantik dinegeri ini".

Suatu hari, saat pertengahan musim dingin,saat salju jatuh seperti bulu dari langit, Ratu duduk didekat jendela yang dipigura oleh kerangka kayu berwarna hitam. Sambil menjahit, dia menatap salju hingga tak sengaja jarinya tertusuk jarum jahit. Tiga tetes darah jatuh dari jari Ratu yang terluka. Darah tersebut jatuh diatas salju, merah diatas putih, tampak begitu cantik.Melihatnya, Ratu kemudian berpikir, "Andai saja aku punya anak dengan kulit seputig salju, bibir semerah darah, dan rambut sehitam bingkai jendela ini". Tak lama kemudian, sang ratu pun hamil dan melahirkan seorang anak persis seperti yang diharapkannya, Kulitnya seputih salju, bibirnya semerah darah, dan rambutnya sehitam bingkai jendela. Dan anak itu diberi nama, Putri Salju.

Waktu terus berjalan dan Putri Salju tumbuh menjadi gadis remaja. Kecantikannya sudah melapaui kecantikan Ratu. Suatu hari Ratu kembali bertanya kepada cermin ajaib, "Wahai Cermin Ajaib, siapa wanita tercantik dinegeri ini?". Saat itu cermin ajaib menjawab, "Ratuku adalah yang paling cantik di negeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratu".

Sejak saat itu, Ratu pun menjadi benci kepada Putri Salju, karena ia merasa kecantikannya tersaingi. Dan ia pun berpikir untuk menyingkirkan Putri Salju sehingga dirinya akan kembali menjadi wanita tercantik di negeri ini. Ratu pun kemudian memanggil pemburu dan menyuruhnya membawa Putri Salju ke hutan, dan menikamnya sampai mati, lalu membawa paru-paru dan hati Putri Salju kembali kepada Ratu. Karena ia ingin memasak hati dan paru-paru Putri Salju itu dengan garam dan kemudian memakannya, guna untuk melampiaskan kebenciannya.

Pemburu pun kemudian mengajak Putri Salju kehutan. Ketika pemburu mengambil pisau untuk menusuknya, Putri Salju pun mulai menangis, dan memohon agar pemburu tidak membunuhnya. Putri Salju berjanji akan melarikan diri kehutan dan tidak akan pernah kembali. Pemburu merasa kasihan kepadanya, dan berpikir untuk melepaskan Putri Salju. Karena pikirnya, jika Putri Salju berlari kedalam hutan, pasti akan dimakan oleh binantang buas. Maka pemburu pun melepaskan Putri Salju dan menyuruhnya kembali kedalam hutan.
Untuk memenuhi permintaan Ratu agar membawa paru-paru dan hati Putri Salju, maka pemburu itu membunuh seekor babi. Ratu pun kemudian memasaknya dengan garam dan memakannya karena ia pikir itu benar-benar adalah hati dan paru-paru Putri Salju.

Putri Salju sekarang sendirian dihutan besar. Dia sangat takut dan mulai berlari. Dia berlari diatas batu-batu tajam dan ranting-ranting pohon setiap hari. Akhirnya saat matahari hampir terbenam, ia datang kesebuah rumah kecil. Rumah ini milik tujuh kurcaci. Mereka bekerja ditambang dan saat itu tidak berada dirumah. Putri salju pun masuk  kedalam dan menemukan segala sesuatunya lebih lecil, tetapi tersusun rapi dan teratur. Ada meja kecil dan tujuh piring kecil, tujuh sendok kecil, tujuh pisau kecil dan garpu, tujuh cangkir kecil, dan didinding ada tujuh tempat tidur kecil.

Putri Salju merasa lapar dan haus sehingga dia memutuskan untuk mengambil sedikit sayuran dan roti dari setiap piring dan minum setetes anggur dari setiap gelas. Karena begitu lelah, dia pun tidur disalah satu tempat tidur. Ketika malam datang, tujuh kurcaci kembali dari tempat bekerja. Mereka menyalakan tujuh lilin kecil meraka, dan melihat bahwa seseorang telah berada di dalam rumah meraka.

Kurcaci pertama berkata, "Siapa yang telah duduk dikursiku?".
Kurcaci kedua berkata, "Siapa yang telah makan dari piringku?".
Kurcaci ketiga berkata, "Siapa yang telah makan rotiku?".
Kurcaci keempat berkata, "Siapa yang telah memakan rotiku?".
Kurcaci kelima berkata, "Siapa yang makan menggunakan garpuku?".
Kurcaci keenam berkata, "Siapa yang telah memotong dengan pisauku?".
Kurcaci ketujuh berkata, : Siapa yang telah minum dari cangkirku?".

Meraka merasa heran dan penasaran, siapakah oang yang telah masuk ke dalam rumah mereka. Kemudian mereka menemukan putri salju sedang tidur di salah satu tempat tidur mereka. Ketujuh kurcaci itu pun berlari mengelilingi putri salju dan berseru takjub. "Dia begitu cantik".

Mereka sangat menyukai putri salju dan membiarkannya tidur ditempat tidur mereka. Ketika Putri Salju terbangun, mereka menanyakan siapa dia, dan bagaimana dia telah menemukan jalan kerumah mereka. Putri Salju bercerita bagaimana ibunya telah mencoba membunuhnya, bagaimana pemburu membiarkannya hidup, bagaimana ia menjalankan seluruh hari, hinga akhirnya dia menemukan rumah para kurcaci.

Para kurcaci merasa kasihan dan mengijinkan putri salju tinggal dirumah mereka dengan satu syarat, putri salju harus memasak, membersihkan rumah, dan mencuci baju untuk mereka. Selain itu, mereka juga memperingatkan putri salju untuk membiarkan siapapun masuk kedalam rumah mereka.

Sementara itu diistana, Ratu berpikir bahwa dia kembali menjadi wanita tercantik diseluruh negeri. Ratu pun kembali bertanya kepada cermin ajaib. "Wahai cermin ajaib di dinding, siapakah wanita tercantik dinegeri ini?". Cermin ajaib pun menjawab, "Ratuku adalah yang paling cantik dinegeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku".

Ratu pun terkejut dan tahu pemburu sudah menipunya. Dia pun segera mencari putri salju dan akan membunuhnya sendiri, karena Ratu tidak akan tenang sampai cermiin ajaib mengatakan bahwa Ratu adalah wanita tercantik di seluruh negeri, bukan Putri Salju. Dia pun berpikir keras untuk dapat membunuh putri salju. Dia menyamar sebagai wanita tua penjual pakaian dan merias wajahnya sedemikian rupa hingga tidak ada seorang pun yang mengenalinya.

Ratu pun akhirnya sampai dirumah para kurcaci dan mengetuk pintunya. "Buka, bukalah.. AKu wanita tua penjual pakaian". Putri Salju tidak mengijinkan wanita tua itu masuk, sesuai dengan pesan para kurcaci. Putri Salju hanya mengintip dari jendela dan bertanya, "apa yang kamu miliki?, "Korset tali nak," kata wanita tua dan ditunjukkannya satu korset tali yang dijalin dari sutera kunig, merah dan biru.

Putri Salju menyukainya dan membeli korset itu untuknya. Saat dia memasang korset itu, wanita tua menawarkan untuk membantunya, "kamu tidak memasangnya dengan benar, kemarilah, aku akan melakukannya dengan lebih baik," dan wanita itu menarik korset dengan begitu ketat sehingga putri salju tidak bisa bernafas. Putri salju pun jatuh dans eolah-olah ia sudah mati. Wanita tua itu merasa puas dan kembali keistananya.

Malam pun datang, dan ketujuh kurcaci kembali dari tambang. Mereka menemukan putri salju tergeletak. Mereka mengangkatnya dan menemukann bahwa putri salju mengikat tali korset terlalu erat. Ketujuh kurcaci pun memotong tali korset sehingga putri salju dapat kembali bernafas. "Pasti itu adalah ratu yang mencoba membunuhmu, hati-hatilah. Jangan biarkan orang lain masuk lagi." kata ketujuh kurcaci.

Sementara itu diistana, Ratu berpikir bahwa dia kembnali menjadi wanita tercantik diseluruh negeri. Ratu pun kembali bertanya kepada cermin ajaib, "Wahai cermin ajaib di dinding, siapakah waita tercantik dinegeri ini?". Cermin ajaib pun menjawab, "Ratuku adalah yang paling cantik dinegeri ini, tetapi Putri Salju seribu kali lebih cantik daripada Ratuku". Ratu sangat marah, "Putri salju akan mati, walaupun imbalannya adalah nyawaku!".

Ratu masuk kedalam kamar rahasianya dan membuat apel beracun. Esoknya dia menyamar sebagai wanita tua penjual apel, dan kemudian menawarkan apel kepada Putri Salju. Putri salju menolaknya. "Jika kamu tidak ingin, aku tak bisa memaksamu," kata wanita tua, "Jika kamu takut, maka aku akan memotong apel ini menjadi dua dan makan setengahnya. Ini, kamu makan setengah yang kemerahan". Apel itu dibuat begiru berseni dan hanya setengah yang beracun. Ketika putri salju melihat wanita tua memakan separuh bagian dari apel itu, keinginan untuk mencicipi semakin kuat, sehingga ia akhirnya membiarkan tangan wanita tua itu memberikan apel yang setengah lainnya melalui jendela. Putri Salju menggigit apel tersebut, belum sampai habis putri salju sudah jatuh ketanah dan mati.

Ratu sangat senang. Dia pulang keistana dan bertanya pada cermin ajaib, "Wahai cermin ajaib di dinding, siapakah waita tercantik dinegeri ini?". Cermin ajaib pun menjawab, "Ratuku adalah yang paling cantik dinegeri ini". Ratu sangat senang karena dia kembali menjadi wanita paling cantik dinegeri ini.

Malam itu para kurcaci pulang dari tambang. Putri salju tergeletak dilantai, dan dia sudah mati. Mereka tidak bisa menghidupkan kembali. Mereka membaringkannya diatas usungan dan ketujuh kurcaci tersebut duduk disampingnya, menangis selama tiga hari. Mereka akan menguburkan dia, tetapi mereka melihat bahwa dia masih segar. Dia tidak terlihat seperti orang mati, dan dia masih memiliki pipi merah cantik. Mereka membuat peti kaca, dan meletakkan putri salju didalamnya. Sehingga dia bisa dilihat dengan mudah. Mereka menulis nama putri salju diatas peti dengan huruf-huruf emas, dan salah satu dari mereka selalu tinggal dirumah dan terus mengawasinya.

Suatu hari seorang pangeran muda datang kerumah kurcaci dan ingin menumpang untuk bermalam. Ketika dia masuk keruang tamu, dia melihat putri salju terbaring dipeti kaca, begitu cantik dan diterangi oleh tujuh lilin kecil. PAngeran meminta kepada para kurcaci untuk memberikan putri salju kepadanya, karena dia tidak bisa hidup tanpa melihat putri salju. Ketujuh kurcaci kasihan kepada pangeran itu dan memberikan peti kaca berisi putri salju kepada pangeran.

Pangeran itu membawa peti kaca keistanyanya dan ditempatkan di sebuah ruangan dimana ia duduk disampingnya setiap hari. Setiap dia pergi, peti kaca putri salju dibawa juga bersamanya, pegawai istana yang selalu membawaknnya untuk pangeran. Suatu hari mereka sangat marah tentang hal ini, mereka harus membawa peti kaca kemanapun pangeran pergi. Salah satu dari mereka membuka peti kaca, mengangkat tegak putri salju dan berkata, "kami terganggu sepanjang hari, hanya karena seorang gadis yang mati", dan ia memukul punggung putri salju dengan tangan. Kemudian ptongan apel yang mengerikan keluar dari mulut putri salju dan putri salju pun hidup kembali.
Akhir dari cerita ini adalah pernikahan antara pangeran dan putri salju. Putri Salju dan Pangeran hidup bahagia selamanya bersama tujuh kurcaci.









Sumber Illustrator : http://www.timur-angin.com/2010/12/kisah-rapunzel-dan-punahnya-dongeng
cerita dongeng putri cinderella, dongeng putri salju singkat, cerita putri aurora, cerita putri tidur, kisah putri salju sebenarnya, cerita putri salju singkat, ringkasan cerita putri salju, cerita putri salju dalam bahasa inggris, putri salju dan tujuh kurcaci

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perdamaian Kunang-Kunang Dan Jangkrik

D ulu, jika malam tiba, padang rerumputan yang diselingi aliran sungai itu begitu meriah. Padang itu memamerkan harmonisasi suara dan gemerl...