Senin, 20 Februari 2017

Asal Mula Ikan Duyung



Dahulu hiduplah pasangan Suami istri dengan tiga anak yang masih kecil, Pagi itu mereka makan nasi dengan ikan. Masing-masing memperoleh bagiannya. Ikan yang dihidangkan rupanya tidak habis. Sebelum berangkat ke kebun, si suami berpesan kepada isterinya. "Bu, tolong simpan ikan yang tersisa untuk makan nanti sore". "Baik, pak," jawab si istri.

Pada siang harinya si istri dan ketiga anaknya makan siang bersama. TIba-tiba si bungsu menangis, ingin ikan yang masih tersimpan di lemari. Dengan sabar ibunya mencoba memberi pengertian, "nak, ikan itu untuk makan ayah nanti sore". Entah apa yang terjadi si bungsu malah menangis sekeras-kerasnya. Akhirnya, sisa ikan itu diberikan kepada si bungsu. Seketika itu juga dia berhenti menangis.

Bekerja seharian membuat si ayah begitu lapar dan lelahnya. Terbayang olehnya, nanti sore ia akan kembali makan dengan lauk ikan. Dengan cekatan si ibu menghidangkan makanan. Namun karena tidak melihat sisa ikan tadi pagi, raut muka suaminya langsung berubah masam.

"Bu, mana sisa ikan tadi pagi?" tanya si ayah. "Maaf yah, tadi siang si bungsu menangis ingin makan dengan lauk ikan" jawab istrinya. akan tetapi bukannya mengerti dengan watak anak bungsunya, sang suami malah terlihat begitu marah. . Saat itu juga istrinya dipaksa mencari ikan dilaut. "Ibu tidak boleh pulang kerumah sampai mendapat ikan yang banyak, sebagai pengganti ikan yang dimakan si bungsu", kata suaminya tanpa belas kasihan.

Si ibu terpaksa pergi dengan rasa sedih dan sakit hati. Ia begitu berat meninggalkan ketiga anaknya, khususnya si bungsu yang masih menyusu. Sudah lama si Ibu belum juga kembali kerumah. Ketiga anak yang masih kecil itu begitu merindukan ibunya. Mereka mencari ibunya ke pinggir laut. Terus saja mereka memanggil-manggil ibunya. Proses pencarian hampir mustahil, karena tidak seorang pun ada disitu. 

Sungguh ajaib, si ibu tiba-tiba muncul dari laut. Dihampirinya si bungsu, dan segera disusinya.. SI ibu berpesan agar mereka kembali kerumah. Kata si ibu tidak lama lagi ia akan pulang. Mereka mematuhi perintah ibunya dan segera pulang. Semalaman mereka menunggu si ibu. Namun, ibu mereka tak juga kunjung datang. Kecemasan akan nasib ibu mereka membuat mereka kembali lagi ke laut keesokan harinya.

"Bu, pulanglah kerumah,...! Si bungsu ingin menyusu" ujar si sulung ketika tiba dipinngir laut. Ibu mereka pun muncul dari laut. LAlu disusinya si bungsu. Barulah mereka melihat ada perubahan pada tubuh ibu mereka. Ada sisik disekujur tubuhnya. Rasa suka cita sirna, berganti rasa ragu dan takut.

"Sini, bungsu, ibu akan menyusuimu," bujuk ibu mereka. "tidak,! kau bukan ibu kami!" jawab si sulung sambil menarik adik-adiknyameninggalkan tepi laut. MEreka pun terus menyusuri pantai tanpa tujuan yang jelas. Tiap kali memanggil si ibu, tiap itu pula muncul si ibu dengan tubuh yang disesaki sisik ikan. Akhirnya, ibu pun menjadi ikan duyung. Separuh tubuhnya berwujud manusia dan separuhnya lagi berwujud ikan.

TAMAT

(Cerita Rakyat Sulawesi Tengah, disadur dari "Kumpulan Cerita Rakyat Nusantara)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Perdamaian Kunang-Kunang Dan Jangkrik

D ulu, jika malam tiba, padang rerumputan yang diselingi aliran sungai itu begitu meriah. Padang itu memamerkan harmonisasi suara dan gemerl...