Seperti yang sudah di duga, rapat para burung memutuskan bahwa Elang Jawa akan menjadi raja untuk melindungi dan melayani mereka.
Alap-alap, sriti dan gagak yang mengusung pencalonan Elang Jawa begitu bahagia dan gembira. Calon mereka disetujui oleh sebagian besar burung. Mereka bertiga yakin bahwa Elang Jawa akan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka, khususnya dari sergapan tangan jahil manusia yang suka memburu mereka.
"Rasanya hari ini akan jadi har yang paling bersejarah buat kita semua," kata kutilang. "Betul tidaaak?"
"Betuuuuull!" jawab yang lain.
"Kita memiliki raja yang gagah perkasa, yang siap melindungi kita semua. Tapi, ada yang kita lupakan," kata kutilang.
"Apa itu?" tanya gagak, tak sabar
"Kita belum memberi gelar yang pantas kepada raja kita."
"Oh iya, ya, kok kita semua bisa lupa."
"Terus bagaimana inni? Gelar apa yang pantas kita berikan untk raja baru kita?"
Para burung kembali merapat, merundingkan tentang pemberian gelar itu. "Bagaimana kalau kita panggil si Perkasa?" usul gelatik. Peking tak mau kalah. "Bagaimana kalau si Cakar Maut?" katanya
Rapat pemberian gelar itu berlangsung alot. Masing-masing mengusulkan gelar mereka snediri-sendiri. Alap-alap sebagai sesepuh menengahi kebutnuan rapat itu. "Bagaimana kalau kita kasih gelar Rajawali?" usulnya.
"Rajawali?" mereka semua terkesima. "Ya, itu gelar yang pantas. Gelar yang bagus!" seru mereka. Akhirnya mereka pun menyetujuinya. Sejak itu mereka memanggil Elang Jawa, raja mereka, dengan sebutan Rajawali, yang berarti penguasa yang melindungi.
Pada suatu pagi yang cerah, Elang Jawa atau yang kini bergelar Rajawali itu terbang tinggi di udara. Dilihatnya dari angkasa, kawasan hutan tempat dia dan rakyatnya tinggal itu bagai bentangan permadani hijau yang indah. "Sungguh menakjubkan!" katanya. "BEnar-benar indah!"
Dilihatnya sesuatu yang mencurigakan di bawah sana. Ia mendekat, lalu kembali mengangkasa tinggi dan turun menukik tajam. "Kaooook... kaooookk...!" teriaknya. "Ayooo semuanya! segera tinggalkan temmpat ini! Bahayaaaa! Banyak pemburu bergrak kemariiii! Selamatkan diri kaliaaaan!"
Tanpa banyak bertanya, segenap burung pun terbang berhamburan menyelamatkan diri. Blaaak... blaaakk... byaaarrr... Terdengan kepak sayap mereka memecah udara.
Bersamaan dengan itu. Seeeettt...! Seeettt...! terdengan desingan banyak anak panah yang dilepaskan oleh pemburu. Mereka terus mengejar, tapi segenap burung sudah terbang jauh, sudah aman dari jangkauan anak panah para pemburu.
"Tidak salah kita memilih Elang Jawa sebagi raja kita." kata gelatik. "Dia benar-benar bisa diandalkan. Kita merasa tenteram dan aman bersamanya. "Tak salah, ya," tambah kutilang, "kita menggelarinya si Rajawali."
begitulah, Elang Jawa menjadi pemimpin yang melindungi segenap rakyatnya. Matanya yang tajam mampumendeteksi bahaya yang datang megancam dirinya dan burung-burung lainnya.
Kaoookkk... kaoookkk... blaakkk... blaaaaakkk... jerit dan kepak sayapnya di udara memberi kebanggan tersendiri kepada seluruh burung yang berada di bawah perlindungannya.
TAMAT
Hikmah Cerita : Pemimpin adalah dia yang mengutamakan pelayanan terhadap anak buahnya. Melindungi dan mengayomi anggota-anggotanya.
Fakta Unik :
Elang mampu melihat mangsa dari ketinggian 1000 meter atau 1 kilometer.
Masa hidup elang cukup panjang, seusia manusia, bisa 60 tahun, bahkan lebih.
Elang bisa terbang secepat motor balap, mencapai 185 km/jam.
Pengarang Naskah : Bilif Abduh









